Jadwal Sholat
Kalender Hijriyah
Asma'ul Husna
Profil
- Syaiful Rohman
- Hanyalah seorang Makhluk Allah SWT yang banyak berlumuran dosa, serta memohon akan ampunannya. Semoga semua dosa-dosa yang telah kulakukan semuanya dapat di ampuninya serta digantikan dengan kebajikan-kebajikan.Serta saat ini sedang mendambakan seorang kekasih yang dapat dijadikan sebagai pendamping hidup untuk melaksanakan sunnah Rosul Muhammad SAW...
Kategori
- Aqidah
- Arba'in Nawawi
- Bulan Mulia
- Dongeng
- Fiqih
- Gita Bahana Nada
- Hadits
- Harun Yahya
- Imam Madzhab
- Islami
- Kerajaan Islam Indonesia
- Kisah
- Kisah Abu Nawas
- Kisah Para Nabi
- Kisah Teladan
- Kisah Tokoh Islam
- Kisah Wali Songo
- Motivasi
- Mu'jizat
- Novel
- Oase
- Puasa
- Renungan
- Sejarah
- Sirah Muhammad
- Tafsir
- Tokoh Indonesia
- Umum
Radio Muslim
TV Qur'an
Syekh Muhammad Bahauddin An Naqsabandiy (717 - 791 H)
05.51 |
Diposting oleh
Syaiful Rohman
Syekh Muhammad Bahauddin An Naqsabandiy Ra. Adalah seorang Wali Qutub yang masyhur hidup pada tahun 717-791 H di desa Qoshrul ‘Arifan, Bukhara, Rusia. Beliau adalah pendiri Thoriqoh Naqsyabandiyah sebuah thoriqoh yang sangat terkenal dengan pengikut sampai jutaan jama’ah dan tersebar sampai ke Indonesia hingga saat ini.
Syekh Muhammmad Baba as Samasiy adalah guru pertama kali dari Syekh Muhammad Bahauddin Ra. yang telah mengetahui sebelumnya tentang akan lahirnya seseorang yang akan menjadi orang besar, yang mulia dan agung baik disisi Allah Swt. maupun dihadapan sesama manusia di desa Qoshrul Arifan yang tidak lain adalah Syekh Bahauddin.
Pada suatu saat, Syekh Muhammad Bahauddin Ra. melaksanakan sholat lail di Masjid. Dalam salah satu sujudnya hati beliau bergetar dengan getaran yang sangat menyejukkan sampai terasa hadir dihadapan Allah (tadhoru’). Saat itu beliau berdo’a, “Ya Allah berilah aku kekuatan untuk menerima bala’ dan cobaan mahabbbah (cinta kepada Allah)”. Setelah subuh, Syekh Muhammad Baba yang memang seorang waliyullah yang kasyaf (mengetahui yang ghoib dan yang akan terjadi) berkata kepada Syekh Bahauddin, “Sebaiknya kamu dalam berdo’a begini, “Ya Allah berilah aku apa saja yang Engkau ridloi”. Karena Allah tidak ridlo jika hamba-Nya terkena bala’ dan kalau memberi cobaan, maka juga memberi kekuatan dan memberikan kepahaman terhadap hikmahnya”. Sejak saat itu Syekh Bahauddin seringkali berdo’a sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Syekh Muhammad baba.
Kemudian, beliau belajar kepada Sayyid Amir Kilal di desa Nasaf. Syekh Bahauddiin dididik pertama kali oleh Sayyid Amir Kilal dengan kholwat selama sepuluh hari, selanjutnya dzikir nafi itsbat dengan sirri. Setelah semua dijalankan dengan kesungguhan dan berhasil, kemudian beliau disuruh memantapkannnya lagi dengan pelajaran beberapa ilmu seperti, ilmu syariat, hadist-hadist dan akhlaqnya Rasulullah Saw. dan para sahabat.
Toriqoh An Naqsyabandiy yang beliau nisbathkan itu sebenarnya jalur ke atas dari Syekh Muhammad Abdul Kholiq al Ghojdawaniy ke atasnya lagi dari Syekh Yusuf al Hamadaniy seorang Wali Qutub masyhur sebelum Syekh Abdul Qodir al Jailaniy.
Berkata Afif ad Dikaroniy, “Pada suatu hari aku berziarah ke Syekh Muhammad Bahauddin Ra. Lalu ada orang yang menjelek-jelekkan beliau. Aku peringatkan, kamu jangan berkata jelek terhadap Syekh Muhammad Bahauddin Ra. dan jangan kurang tata kramanya kepada kekasih Allah. Dia tidak mau tunduk dengan peringatanku, lalu seketika itu ada serangga datang dan menyengat dia terus menerus. wallahu a’lam.
Rodiyallah ‘anhu wa a’aada a‘lainaa min barokaatihi wa anwaarihi wa asroorihii wa ‘uluumihii wa akhlaaqihi allahuma amiin.
(SELESAI)
Sumber : http://www.kisah.web.id
Label:
Kisah Tokoh Islam
Kalender
Waktu
Google Translate
Daftar Isi
Blog Archive
-
▼
2010
(230)
-
▼
November
(73)
- Kisah/Riwayat Nabi Sulaiman AS
- Kisah/Riwayat Nabi Uzair AS
- Kisah/Riwayat Nabi Yahya AS
- Kisah/Riwayat Nabi Zakaria AS
- Kisah/Riwayat Nabi Isa AS
- Kisah/Riwayat Nabi Muhammad SAW
- Yusuf Al Qardhawi
- Umar bin Abdul Aziz r.a. (61 - 101 H)
- Syekh Muhammad Bahauddin An Naqsabandiy (717 - 791 H)
- Syeikh Moh. Sa’ad Mungka (1227 - 1339 H)
- Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjar (1122 - 1227 H)
- Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi (1276-1334 H)
- Syaikh Sulaiman Ar Rasuli (1287 - 1390 H)
- Sholahuddin Al Ayyubi (532 - 589 H)
- Sayyid Muhammad ibn Alawi Al Maliki (1365-1425 H /...
- Sayyid Ja’far Al Barzanji - Mufti Madinah (1126 - ...
- Muhammad Khalil Al Maduri (1235 - 1341 H / 1820 - ...
- Imam Syafi’i r.a. (150H – 204H )
- Imam Nawawi (631 – 676 H / 1233 – 1277 M)
- Imam Malik (93 - 179 H)
- Imam Muslim (206-261 H)
- Imam Bukhori r.a. (194-256 H / 810-870 M)
- Imam Abu Hanifah (80 - 150 H)
- Ibnu Taymiyah
- An Nasai (215 - 303 H)
- Habib Zain bin Abdullah Al Aidrus (1289 - 1399 H)
- Al-Bushiri dan Kasidah Burdah (610 - 695 H / 1213 ...
- Al Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah
- Al Ghazali (450 - 505 H) Sholahuddin Al Ayyubi (53...
- Sunan Ampel / Raden Rachmat
- Sunan Drajat / Raden Qosim
- Sunan Bonang / Syekh Maulana Makhdum Ibrahim
- Sunan Giri / Joko Samudra
- Sunan Gresik / Maulana Malik Ibrahim
- Sunan Gunung Jati / Syarif Hidayattullah
- Sunan Kali Jaga / Raden Said
- Sunan Kudus / Raden Jakfar Sodiq
- Sunan Muria / Raden Umar Said
- Wali Songo
- Tugas Yang Mustahil
- Tipu Dibalas Tipu
- Taruhan Yang Berbahaya
- Tetap Bisa Cari Solusi
- Strategi Maling
- Raja Dijadikan Budak
- Pintu Akhirat
- Pesan Bagi Para Hakim
- Pekerjaan Yang Mustahil
- Peringatan Aneh
- Orang-orang Kanibal
- Menjebak Pencuri
- Menipu Tuhan
- Mengecoh Raja
- Mengecoh Monyet
- Membalas Perbuatan Raja
- Manusia Bertelur
- Ketenangan Hati
- Hadiah Bagi Tebakan Jitu
- Ibu Sejati
- Debat Kusir Tentang Ayam
- Botol Ajaib
- Cara Memilih Jalan
- Asmara Memang Aneh
- Abu Nawas Mendemo Tuan Kadi
- Abu Nawas Mati
- Penghalang Rezeki
- Shodaqoh
- IMAM AL-BUKHARI (Imam Umat Seluruh Dunia dan Guru ...
- Amalan di Bulan Dzulhijjah
- Tiga Orang yang Pasti Doanya Dikabulkan
- Wudhu Mencegah Terjadinya Berbagai Penyakit Kulit
- Penyakit Dan Obat Pada Lalat
- Keutamaan Puasa Sunnah & Puasa Sunnah Yang Diutamakan
-
▼
November
(73)