Jadwal Sholat
Kalender Hijriyah
Asma'ul Husna
Profil
- Syaiful Rohman
- Hanyalah seorang Makhluk Allah SWT yang banyak berlumuran dosa, serta memohon akan ampunannya. Semoga semua dosa-dosa yang telah kulakukan semuanya dapat di ampuninya serta digantikan dengan kebajikan-kebajikan.Serta saat ini sedang mendambakan seorang kekasih yang dapat dijadikan sebagai pendamping hidup untuk melaksanakan sunnah Rosul Muhammad SAW...
Kategori
- Aqidah
- Arba'in Nawawi
- Bulan Mulia
- Dongeng
- Fiqih
- Gita Bahana Nada
- Hadits
- Harun Yahya
- Imam Madzhab
- Islami
- Kerajaan Islam Indonesia
- Kisah
- Kisah Abu Nawas
- Kisah Para Nabi
- Kisah Teladan
- Kisah Tokoh Islam
- Kisah Wali Songo
- Motivasi
- Mu'jizat
- Novel
- Oase
- Puasa
- Renungan
- Sejarah
- Sirah Muhammad
- Tafsir
- Tokoh Indonesia
- Umum
Radio Muslim
TV Qur'an
Faruk & Bebek
05.50 |
Diposting oleh
Syaiful Rohman
Suatu hari, paman Faruk membawa keponakannyanya ke tempat yang sudah lama ingin dikunjunginya. Tempat ini adalah kebun binatang, di mana Faruk dapat secara langsung menyaksikan binatang-binatang yang selalu dibacanya di buku-buku dan majalah dan di televisi, dalam kehidupan nyata. Perjalanan itu panjang, namun menyenangkan. Di jalan, pamannya menjelaskan pada Faruk tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta, dan memberikan contoh-contoh dari Al Quran.
Akhirnya mereka tiba di kebun binatang. Mata Faruk melebar saking takjubnya. Tak pernah ia melihat begitu banyak binatang yang berbeda, bersama-sama di sebuah tempat. Ketika mereka sampai di kawasan unggas, Faruk meninggalkan pamannya dan pergi ke kandang bebek. “Unggas yang indah sekali,” katanya tentang salah satu di antara mereka. “Terima kasih,” sebuah suara menjawab. Faruk memperhatikan sekelilingnya, namun tak seorangpun ada di sana. Kemudian, ia baru menyadari bahwa bebek yang tengah diamatinya itulah yang berbicara padanya.
“Halo,” kata bebek. “Terimakasih atas pujianmu. Selain punya penampilan yang tampan, aku juga memiliki ciri-ciri lain yang menarik. Tahukah kamu hal itu?”
Faruk menjawab dalam kegairahan yang menyala. “Tidak, tapi aku betul-betul ingin kamu memberitahukan itu padaku.”
Bebek itu bertengger di sebuah cabang yang nyaman dan memulainya. “Tahukah kamu kalau kami bisa terbang sangat cepat? Ketika terbang, bebek dapat bepergian dengan kecepatan lebih dari 30 mil (50 kilometer) per jam. Lebih dari itu, kami secara berkesinambungan mengganti arah untuk mencegah tertangkap oleh hewan pemangsa. Ketika kami perlu menyelam di bawah permukaan air, kami melakukannya sangat cepat hingga sulit menjadi sasaran para pemburu.”
Mata Faruk terbuka lebar. “Untuk seekor burung, itu betul-betul terbang yang cepat. Maksudmu, musuh-musuhmu memaksamu terbang begitu cepat?”
“Ya, Faruk,” balas sang bebek. “Biar kuberikan sebuah contoh untukmu. Teman kami, bebek es, biasa dijadikan sasaran cara berburu burung-burung camar yang menarik. Camar menyerang mereka terus-menerus dari udara, dan membuat bebek-bebek menyelam ke dalam air. Camar-camar itu terus melakukannya hingga bebek-bebek terpaksa muncul kembali ke permukaan, kelelahan dan tak berdaya. Kemudian, camar memburu bebek dengan menukik ke tengah-tengah kelompok bebek, dan mematuk-matuk kepala bebek. Namun, camar tak selalu dapat memenangkan pertarungan. Bebek-bebek es juga memiliki cara yang istimewa untuk melindungi diri mereka sendiri. Jika mereka melihat seekor camar di langit, dengan segera, bebek-bebek akan berkumpul bersama dalam kelompok besar. Ini berarti, burung camar tak dapat menangkap seekor bebekpun dari sekumpulan besar bebek yang menyelam, sampai akhirnya camar itu sendiri yang kelelahan dan menyerah.”
“Alangkah cerdasnya bebek-bebek itu!” Faruk mengagumi. “Bagaimana mereka mampu melakukannya?”
“Jawabannya jelas, Faruk,” seru si bebek. “Allahlah yang menciptakan bebek dan seluruh makhluk hidup lainnya, dan Ialah yang mengajari mereka cara melindungi diri sendiri.”
“Terima kasih, bebek yang baik,” kata Faruk. “Kamu telah memberikan aku beberapa pengetahuan yang bermanfaat hari ini, dan mengingatkan aku pada tanda-tanda Tuhan kami. Sampai berjumpa lagi,” katanya, sambil melangkah kembali untuk menemukan pamannya.
Maka, apakah Allah yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan apa-apa? Maka, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (Surat An-Nahl: 17).
Sumber : www.harunyahya.com/indo
Label:
Harun Yahya
Kalender
Waktu
Google Translate
Daftar Isi
Blog Archive
-
▼
2011
(303)
-
▼
April
(147)
- Teman Kecil Ali
- Kelas Kita
- Kakek Usman dan Cucu Laki-lakinya
- Karim & Kakek Hassan
- Kamal & Sang Kuda Laut
- Sayid & Sang Cumi-cumi
- Maqsud & Sang Anak Kucing
- Anwar & Sang Burung Kecil
- Rasyad dan Taufik
- Umar dan sang Ikan
- Mansur & Beruang Kutub Raksasa
- Aisyah dan Landak
- Kasif & Beruang Madu
- Ali dan Burung Unta
- Faruk & Bebek
- Zaki dan Laba-Laba
- Antar dan Kanguru
- Farhan dan Sang Kuda
- Tariq dan Sang Anjing
- Amir dan Bunglon
- Sejarah Pembentukan Mushaf Alquran
- Al-qur'an sebagai Pembela di hari Akhirat
- Hubungan Hadis dan Al-Quran
- Terbanglah dengan tenang
- Peradaban Barat Dalam Kacamata Islam
- Hadits Ke-42 Doa Selain Syirik akan diampuni
- Hadits Ke-41 Menundukkan Hawa Nafsu
- Hadits Ke-40 Hidup Bagaikan Seorang Pengembara
- Hadits Ke-39 Tidak Sengaja atau Lupa Dimaafkan
- Hadits Ke-38 Keutamaan Melaksanakan Sunnah
- Hadits Ke-37 Pahala Kebaikan Dilipatkan Allah
- Hadits Ke-36 Sesama Muslim Wajib Saling Bantu
- Hadits Ke-35 Haramnya sifat Dengki
- Hadits Ke-34 Kewajiban Memberantas Kemungkaran
- Hadits Ke-33 Penuduh Wajib Membawa Bykti Tertuduh ...
- Hadits Ke-32 Dilarang Berbuat Kerusakan atau Bahaya
- Hadits Ke-31 Anjuran Zuhud
- Hadits Ke-30 Laksanakan Perintah Jauhi Larangan
- Hadits Ke-29 Sholat Lail Menghapus Dosa
- Hadits Ke-28 Sunnah Rasulullah dan Khulafaurrasyidin
- Hadits Ke-27 Menjauhi Perbuatan yang Meresahkan
- Hadits Ke-26 Segala Berbuat Baik Adalah Sedekah
- Hadits Ke-25 Bersedekah tidak Harus Dengan Harta
- Hadits Ke-24 Haramnya Berbuat Dzalim
- Hadits Ke-23 Suci Itu Sebagian dari Iman
- Hadits Ke-22 Melaksanakan Syari'at Islam Dengan Benar
- Hadits ke-21, Istiqomah
- Hadits Ke-20, Anjuran Malu
- Hadits Ke-19, Minta Tolong dan Berlindung Kepada A...
- Hadits Ke-18, Kebaikan
- Hadits Ke-17, Berbuat Baik dalam Segala Urusan
- Hadits Ke-16, Jangan Mudah Marah
- Hadits Ke-15, Berkata Baik atau Lebih Baik Diam
- Hadits Ke-14, Larangan Berzina, Membunuh dan Murtad
- Hadits Ke-13 Mencintai Milik Orang Lain Seperti Mi...
- Hadits Ke-12, Meninggalkan Yang Tidak Bermanfaat
- Hadits Ke-11, Tinggalkan Keragu-raguan
- Hadits Ke-10, Makan dari Rizki Yang Halal
- Hadits Ke-9, Melaksanakan Perintah Sesuai dengan K...
- Hadits Ke-8
- Hadits Ke-7, Agama adalah Nasihat
- Hadits Ke-6, Antara yang Halal dan yang Haram Tela...
- Hadits Ke-5, Semua Perbuatan Bid'ah Bertolak
- Hadits Ke-4, Takdir Manusia Telah di Tetapkan
- Hadits Ke-3 Rukun Islam
- Hadits Ke-2 Iman, Islam dan Ihsan
- Hadits Ke-1 - Amal Itu Tergantung Niatnya
- Unta Yang Mematahkan Rencana Abu Jahal
- Unta Menjadi Hakim
- Ummu Kultsum, Wanita yang membawa 2 Unta
- Tidak Jadi Mencuri Terung, Allah Karuniakan Seoran...
- Taubat Sang Pembunuh
- Seorang Lelaki Melawan Iblis
- Qorun dan Nabi Musa AS
- Nabi Sulaiman AS dan Seekor Semut 2
- Nabi Sulaiman AS dan Seekor Semut 1
- Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis
- Pemuda Beribu-bapakan Hewan Babi
- Menahan Lapar Karena Menghormati Tamu
- Memuliakan Tamu
- Memberi 1 Dirham, Mendapat 120.000 Dirham Dari Allah
- Mampu Taklukkan Harimau Dengan Kesabaran
- Kisah Wali Allah Yang Shalat Di Atas Air
- Kisah Tiga Pengembara
- Kisah Si Pemalas & Abu Hanifah
- Kisah Pemuda Yang Bernama Uzair
- Kisah Lima Perkara Aneh
- Khadijah Tul Kubrah Binti Khuwaylid
- Kejujuran Saudagar Permata
- Juru Dakwah Yang Tidak Gentar
- Jibril AS, Kerbau, Kelelawar, dan Cacing
- Hikmah Tinggalkan Bohong
- Hebatnya Tipu Daya Syetan
- Gunung Yang Menangis
- Fatimah Az-Zahra dan Gilingan Gandum
- Dulu Haram, Kini Halal
- Dipotong Tangan Karena Memberi Sedekah
- Derajat Bagi Yang Memuliakan Lansia
- Cinta Sejati Seorang Ibu Terhadap Anaknya
- Berkat Membaca Bismillah
-
▼
April
(147)